EDUKASI

Sampah Jadi Ancaman Ekosistem Bahari dan Pariwisata Manggarai Barat

FLORESGENUINE.com- Sampah plastic merupakan ancaman serius bagi ekonsistem bahari dan pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar). Sampah sangat berbahaya bagi kehidupan di laut, hewan dan tumbuhan.

Bahaya sampah plastic terhadap ekosistem laut dan pariwisata ini disampaikan oleh Stefan Rafael, aktivis lingkungan yang tampil sebagai salah satu narasumber dalam sebuah kegiatan edukasi yang melibatkan ratusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 3 Komodo di Labuan Bajo, Senin (27/5/2024).

Dia menjelaskan bahwa perilaku manusia sangat mempengaruhi kehidupan di laut. Seperti penebangan hutan secara serampangan akan berdampak pada bencana banjir atau abrasi. Banjir membawa lumpur dan sampah ke laut yang dapat membayakan kehidupan di laut.

“Perilaku membuang sampah tidak pada tempatnya sangat mengancam ekosistem. Perilaku manusia yang membuang sampah ke kali atau sungai dan di laut bisa merusak ekosistem yang ada,”tandas Stefan yang juga pengurus Plastic Man Institut Labuan Bajo ini.

BACA JUGA:  Audit Kriteria Pariwisata, Upaya Wujudkan Labuan Bajo Sebagai DPSP

Untuk menangani masalah sampah ini dibutuhkan kerjasama dan gotong royong selain memberikan edukasi kepada masyarakat. Sampah platik sangat berbahaya karena mengandung deterjen dan oli serta zat kimiawi lainnya sehingga sangat mengancam ekosistem laut.

“Jangan lagi ada orang beranggapan bahwa laut adalah tempat sampah,”tegas Stefan.

Menurut dia, salah satu tantangan yang perlu diperhatikan bersama adalah limbah berupa oli dari kapal-kapal pesiar dan zat kimiawi yang tekandung dalam sabun atau pembersih kapal dibersihkan, biasanya limbah dan sampah dibuang saja ke laut sehingga sangat mengancam ekosistem di laut.

Hal senada diungkapkan oleh Sardi Jeramat, seorang aktivis lingkungan. Menurutnya dia, salah satu upaya yang harus dilakukan dalam menangani sampah plastik yakni dengan mengurangi pemakaian kantong plastic, misalnya pada saat berbelanja atau menggunakan tumbler sebagai tempat air minum guna mengurangi penggunaan botol air kemasan berbahan dasar plastik.

BACA JUGA:  Desa Wisata Liang Ndara di Tengah Arus Perubahan Zaman

” Harus ada aturan dalam diri kita untuk mengendalikan sampah dan itu dimulai dari rumah. Kita harus membuang sampah pada tempatnya,” ujar Sardi.

Para siswa sedang mendengarkan penjelasan para narasumber tentang bahaya sampah. (foto : ist)

Dia menjelaskan bahwa sampah plastik sulit diuraikan sehingga jika sampah terdapat di darat maka dapat mempengaruhi kesuburan tanah dan mencemari lingkungan. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan demi mengantisipasi terjadinya peningkatan volume sampah di Labuan Bajo yang sudah menjadi destinasi pariwisata kelas dunia.

Kegiatan edukasi penanganan sampah ini diinisiasi oleh media online KLIKLABUANBAJO.ID dan akan diadakan di sekolah-sekolah yang ada di kota Labuan bajo dan sekitarnya. Nara sumber lainnya yaitu Sementara itu, Kepala SMKN 3 Komodo Hortensia menyambut baik kegiatan ini dan berharap agar dengan kegiatan yang bersifat edukasi ini dapat mendorong kesadaran para siswa-siswi untuk bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan baik di darat maupun di laut.

BACA JUGA:  Mengenang Mereka di Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2024

“Setidaknya kita mulai dulu dari darat,” kata Hortensia seraya menyatakan bahwa kegiatan seperti ini sejalan dengan program di sekolah yang ia pimpin yakni gerakan sekolah sehat.

Dia berharap agar dengan edukasi ini dapat memacu siswa-siswi agar berkomitmen dan bertanggungjawab menjaga kebersihan di lingkungan sekitarnya baik di lingkungan rumah, di sekolah maupun di ruang – public lainnya, baik di darat maupun di laut. [kis/fg]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button