PARIWISATA

Tanjung Bendera, So Nice, So Good

Penulis: Ani Paga

Mobil  bergerak maju melintasi ruas jalan negara yang terbentang di bagian selatan Flores tepatnya jalur yang menghubungkan Borong ibu kota Kabupaten Manggarai Timur (Matim) dengan Wae Lengga, satu kota kecamatan yang lokasinya berdekatan dengan perbatasan Kabupaten Ngada.

Jalan berkelok di antara rimbunan pepohonan  di sekitar ruas jalan ditemani musik berirama reggae melengkapi perjalanan. Nyiur hijau sesekali melambai menyapa pengguna jalan yang melintas. Hingga perjalanan pun memasuki Wae Rana, kampung kecil yang cukup terkenal di Manggarai Timur.

Dahulu kala banyak  remaja putri menempuh pendidikan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama  (SMP) di lembaga asuhan biarawati di kampung ini. Wae Rana, kampung kecil yang asri layak menjadi rest area kendati   sekedar menikmati sajian kopi Manggarai yang aduhai cita rasanya mampu menghapus lelah.

BACA JUGA:  Atraksi Wisata Baru di Labuan Bajo, Jelajahi Hutan Mangrove di Dusun Rangko

Dari Waerana perjalanan ditempuh hingga menemukan pertigaan yang mengarahkan driver belok kanan menuju kawasan wisata. Wow….Tanjung Bendera, sang mutiara  yang lama terpendam ternyata menawarkan sensasi wisata berbeda di Flores. Alamnya yang indah dihiasi laut dan langit biru plus bukit cantik yang menjulang memanjakan mata, membuat betah dan enggan pergi meninggalkannya. Savananya terbentang indah serasa sedang berada di savana luas  benua Afrika. Recommended banget bagi kamu yang memiliki hobby horse riding.

Sesekali  Laut Sawu  menyajikan atraksi menari menampilkan gemulai tubuhnya  dengan ombak  tinggi  bergemuruh seakan hendak menawarkan olahraga surfing. Tapi sayangnya, tidak setinggi ombak di Kuta Bali atau di Mentawai, Sumatera Barat.

Teringat tahun 2004 saat berkonvoi  menjelajah Flores dalam agenda kampanye politik seorang anggota DPR RI om Anton Mashur, saya menawarkan pembuatan film pada sutradara sekaligus  koreografer kawakan asal Ruteng, Manggarai Flores yakni Sir John De Gaut. Om Sirjon beberapa kali membidani film-film nasional. Flores sangat layak dijadikan lokasi syuting film. Why not kalau pihak production house menjadikan Tanjung Bendera sebagai lokasi syuting film. Sesekali mengambil atmosphere daerah. Flores itu surga wisata.

Dari sini  kamu pun bisa menikmati view piramida alam Flores yakni gunung  Inerie serta bukit cantik sekitarnya yang menjulang di tepi Selatan Kabupaten Ngada. Wae Lengga dan Aimere pun melengkapi keindahan view alam yang menarik seputar Tanjung Bendera.

BACA JUGA:  Temu Komunitas Parapuar : Bangun Pariwisata yang Berkeadilan dan Berkelanjutan

Sesekali terjun ke Pantai Mausui dan Mbolata sebagai tambahan wisata di  Tanjung Bendera. Bermanja-manja ria merasakan sentuhan air lautnya. Ah, Flores memang selalu bikin gregetan.

Tanjung Bendera, satu kawasan wisata yang menjanjikan di masa depan. Sekali lagi layak jadi horse ridding area sembari menikmati keindahan pantai dengan laut biru. Semoga tidak tercemar sampah tangan jahil dan biarkan nature apa adanya karena pada prinsipnya back to nature menjadi impian wisatawan terutama mancanegara dan domestik asal kota besar yang jenuh dengan aktifitas harian penuh kemacetan sana sini.

Tanjung Bendera tidak perlu dipoles berlebihan, biarkan dia tampil apa adanya. Menawarkan kemolekan dan senyum manis sejatinya pada wisatawan. Instagramable boooo. Let’s go to Flores island.*

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button