PARIWISATA

Hutan Mbeliling, Surga bagi Para Pelancong

Para wisatawan yang berkunjung ke wilayah ini masih lebih cenderung menyukai  wisata bahari ketimbang wisata budaya dan alam pegunungan. Para pelancong jarang  menikmati wisata darat seperti hutan, gunung, danau atau obyek wisata pegunungan.  Padahal, wisata darat tidak kalah menawarkan sejuta keindahan alam dan budaya yang menakjubkan.

Bentangan alam hutan Mbeliling misalnya adalah satu contoh betapa kawasan yang terletak di ketinggian mencapai 1.000 meter dpl ini merupakan ‘surga’ bagi para pelancong. Kawasan hutan Mbeliling terletak hanya sekitar 20 km dari kota Labuan Bajo, Ibu kota Kabupaten Manggarai Barat. Kota yang oleh pemerintah pusat telah dibaptis sebagai kota pariwisata internasional berlabel wisata super premium.

Selain sebagai daerah pemasok utama air bersih, kawasan Mbeliling merupakan kelompok hutan terluas di Flores. Hutan Mbeliling yang membentang dari wilayah Kecamatan Mbeliling dibagian utara hingga ke Kecamatan Sano Nggoang dibagian selatan merupakan kawasan hutan terluas dan kaya akan berbagai jenis flora dan fauna.

BACA JUGA:  Tingkat Penghunian Kamar Hotel di Manggarai Barat Bulan Agustus 2023 Kisaran 60,76 Persen

Berdasarkan hasil penelitian BirdLife Internasional yakni sebuah lembaga konservasi alam khususnya burung menyebutkan, di kawasan ini terdapat tidak kurang dari 29 jenis burung dan dari jumlah tersebut sejumlah tiga jenis burung tergolong endemik yakni Serindit Flores (Loriculus flosculus), Kehicap Flores (Monarcha sacerdotum) dan Gagak Flores (Corvus Floresis).

Kawasan hutan Mbeliling terdiri atas hutan lindung mencapai luas 72,4 km2, hutan konservasi 41,8 km2 dan hutan produksi terbatas seluas 120 km2. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa sejak zaman purba, kawasan Mbeliling menjadi tempat perlindungan biologi dengan banyak spesies tumbuhan yang memperlihatkan pola persebaran purba.

Memasuki hutan Mbeliling menuju puncak tertinggi, terdapat pula panorama yang menakjubkan. Di sekitar puncak gunung terdapat tumbuhan lumut yang indah dipandang mata. Hutan lumut membaluti bebatuan yang memukau mata setiap pengunjung.

“Saya senang sekali bisa datang ke tempat ini, meskipun harus rela bersusah payah,” ungkap seorang wisatawan nusantara yang mengunjungi kawasan ini.

BACA JUGA:  Membuang Jangkar ke Dasar Laut, Merusak Terumbu Karang

Wisata alam hutan Mbeliling menjadi salah satu destinasi wisata yang mulai digemari oleh para pelancong terutama bagi anda yang suka pada tantangan. Untuk mencapai puncak tertinggi Mbeliling, para wisatawan dapat melalui sejumlah titik seperti melalui Kampung Langgo, Desa Wae Lolos atau Kampung Culu, Desa Tondong Belang, tepatnya di Wae Lia atau bisa juga melalui Kampung Cecer, di Desa Liang Ndara. Bagi para pelancong yang hendak berkunjung ke kawasan indah ini, sejumlah guide lokal siap mengantar perjalanan anda.

Meskipun kawasan ini mudah dijangkau oleh para wisatawan, namun topografi alam yang bergung-gunung dan terjal, para wisatawan diharapkan entra berhati-hati dan sebaiknya menggunakan pemandu lokal yang tentu saja sudah sangat mengenal karakteristik alam setempat.

BACA JUGA:  Kesaksian Wihelmus Warung Soal Sengketa Tanah antara (alm) Ibrahim Hanta vs Niko Naput, Hotel San Regis di Labuan Bajo Terancam Angkat Kaki

Beberapa tahun belakangan ini, terutama sejak pandemi corona melanda dunia, minat wisatawan untuk menikmati panorama alam pegunungan mulai meningkat. Pada musim kemarau, banyak wisatawan lokal berkunjung ke sejumlah destinasi pegunungan seperti menikmati danau, air terjun atau panorama hutan lebat yang tak pernah mereka nikmati di kota.*

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button