BUMI MANUSIA

Launching Buku Pengantar Linguistik Nariq Edang Karya Alex Puaq Wulohering

FLORESGENUINE.com- Pagi yang cerah, Rabu 29 Mei 2024, ratusan orang memadati Ballroom Olympic Lewoleba, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejarah terukir indah melalui acara launching buku karya Alex Puaq Wulohering, Putra Kedang, kelahiran Kampung Waqkio, Desa Panama, Kecamatan Buyasuri.

Acara launching buku pengantar linguistik Nariq Edang itu dihadiri ratusan undangan dari keluarga besar Kedang dan tokoh masyarakat dari berbagai lainnya di Lembata. Buku berjudul Nariq Edang merupakan sebuah kajian tentang struktur internal Bahasa Kedang.

Nariq Edang, karya Bapak Alex ini mendapat apresiasi dan hangat dari para peserta yang sebagian besar adalah masyarakat Kedang, baik yang berdomisili di Lewoleba maupun di Kedang. Alex Puaq Wulohering sang penulis dalam pemaparannya mengisahkan bahwa ia membutuhkan waktu selama 14 tahun untuk menyelesaikan buku ini.

BACA JUGA:  10 Destinasi Wisata Favorit di Lambata yang Direkomendasikan untuk Anda Kunjungi
Acara peluncuran buku ditandai pemukulan gong. (foto : Salomon Kurniawan)

Menurut Alex, menulis bahasa Edang tidak mudah karena mempunyai struktur yang berbeda jauh dengan bahasa daerah lainnya di Lembata atau Lamaholot. Selain itu, ia merasa terpanggil untuk menulis buku ini terdorong oleh rasa keprihatinan penulis terhadap penggunaan bahasa kedang yang kerap tidak sesuai dengan struktur bahasa Kedang dan akibat perkembangan zaman termasuk pengaruh bahasa asing.

Meskipun berjudul Nariq Edang, namun secara umum buku ini berisi teori yang dapat menjadi landasan dasar bagi para penulis atau kaum akademisi untuk pengembangan bahasa-bahasa daerah lainnya di Kabupaten Lembata.

Penulis Alex Puaq Wulohering adalah putra kelahiran Kedang, tepatnya di kampung Waqkio, Desa Panama. Lahir tanggal 14 Nopember 1950. Dia menempuh pendidikan dasar di SRK Aliuroba tahun 1957-1963, melanjutkan sekolah di SMP dan SMA Sandominggo Hokeng tahun 1963-1969. Lalu, melanjutkan sekolah di Seminari Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero tahun 1972 dan Program Sarjana Muda di Ruteng, Manggarai tahun 1974-1976.

Kemudian ia diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil dan berkarya di Departemen Agama Kabupaten Sikka. Setelah pensiun, Bapak Alex banyak menghabiskan waktu untuk menulis. Salah satu buku karya Alex adalah Nariq Edang ini.

BACA JUGA:  Golo Mori Mutiara Terpendam, Magnet Pariwisata Baru di Manggarai Barat
Peserta acara peluncuran buka Nariq Edang. (foto : Salomon Kurniawan)

Asisten  Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Lembata, Donatus Boli mewakili Bupati Lembata dalam sambutan peluncuran buku Nariq Edang menyatakan apresiasi yang tinggi atas karya besar yang dihasilkan oleh Alex Puaq Wulohering.

” Di usia yang sudah tidak muda lagi, namun, Bapak Alex bisa menulis buku setebal ini. Saya merasa bangga atas kehadiran buku ini sebagai sumbangsih bagi dunia literasi di Kabupaten Lembata,” kata Bupati.

Bupati mengatakan, peluncuran buku karya Alex Puaq Wulohering kiranya dapat mendorong para guru dan pegiat literasi di Kabupaten Lembata untuk terus berkarya dengan menghasilkan tulisan-tulisan lainnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Organisasi, Paulus Sina Kai mengusulkan agar buku pengantar linguistik Nariq Edang karya Bapak Alex Puaq Wulohering selayaknya didorong ke perguruan tinggi sebagai disertasi untuk mendapatkan honoris causa, karena isi buku Nariq Edang sangat kompleks  dan memiliki metodologi penulisan yang ilmiah. [mon]

BACA JUGA:  Menyelaraskan Pertanian, Ekosistem dan Ekonomi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button