PARIWISATA

Truly Heaven, Pesona Wisata Petualangan Pulau Lembata

Pernahkah Anda merasakan keindahan dan sksotisme alam dan budaya Pulau Lembata, Kabupaten Lembata, di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)? Jika belum, segera jadwalkan perjalanan Anda penuh petualangan ke Lembata.

Lembata, bagi banyak orang yang pernah ke sana adalah truly heaven alias benar-benar surga di Timur Indonesia. Truly heaven adalah branding bagi pariwisata Lembata. Betapa tidak, Lembata adalah pulau yang punya sejuta eksotisme, mulai dari panorama pantainya yang berpasir putih, lautan yang biru, keragaman tradisi dan budayanya. Semua itu merupakan karunia Sang Pencipta.

Untuk menjelajahi pulau indah, yang pada zaman dulu dikenal dengan sebutan Lomblen ini tidak terlampau sulit, namun juga tidak terlampau mudah. Untuk mencapai Pulau Lembata Anda dapat melalui penerbangan udara dari Kupang, Ibu Kota Propinsi NTT atau bisa melalui laut dari Larantuka, Ibu Kota Kabupaten Flores Timur (Flotim).

Perjalanan melalui jalur udara dan laut boleh dibilang relatif lancar. Terutama sejak Lembata menjadi daerah otonom, lepas dari Kabupaten Flores Timur tahun 1999 silam. Sejak itu, pembangunan infrastruktur publik dan transportasi antar pulau mulai gencar dilakukan oleh pemerintah daerah. Keterbatasan anggaran merupakan hambatan akselerasi pembangunan Lembata.

Meskipun demikian, saat Lembata dipimpin oleh Bupati Yance Sunur (alm) dan Wakil Bupati Viktor Mado Watun, pariwisata Lembata ditetapkan sebagai sektor unggulan. Keputusan pemerintah menjadikan pariwisata sebagai leading sektor pembangunan tentu  bukan tanpa alasan.

Potensi pariwisata di Lembata memang sangat kaya dan beragam. Baik wisata alam, budaya maupun wisata buatan. Berikut beberapa destinasi wisata menarik yang layak untuk Anda kunjungi bila hendak berpetualangan ke Pulau Lembata.

Pantai Paheng Waq

Spot wisata berpasir putih yang indah ini terletak di wilayah paling timur Lembata, tepatnya di kawasan Pantai Tobotani, dalam bilangan Kecamatan Buyasuri. Warga lokal menyebutnya Paheng Waq yang dalam bahasa Kedang artinya batu tancap atau batu yang tertancap karena di kawasan pantai ini terdapat sejumlah pulau kecil yang terbentuk oleh bebatuan cadas.

Obyek wisata Paheng Waq menawarkan keindahan alam yang sangat mempesona. Selain terdiri dari bebatuan cadas, terdapat pula bentangan pasir putih yang menawan. Berikut, kawasan elok nan indah ini diintari birunya laut, menambah asyik jika berwisata di kawasan ini.

Pantai Paheng Waq dapat dicapai melalui jalan darat dari Lewoleba, Ibu Kota Kabupaten Lembata. Para pengunjung atau wisatawan dapat menggunakan mobil atau sepeda motor melintasi sejumlah spot wisata pantai yang indah seperti Pantai Hadakewa, Lewo Lein, Weilolon hingga Balauring.

BACA JUGA:  Komodo, Kawasan Strategis Pariwisata Nasional

Waktu tempuh menuju Paheng Waq sekitar tiga jam perjalanan darat. Sementara, akses dan kondisi jalan menuju lokasi Paheng Waq relatif baik dan lancer. Hanya di beberapa titik, kondisi jalan mengalami kerusakan akibat banjir  atau lalulalang kendaraan.

Kawasan Tobo Tani dan Paheng Waq adalah kawasan perkebunan warga, tempat di mana  sebagian warga Kedang untuk mencari nafkah dengan berkebun atau pun nelayan. Penduduk di wilayah ini membangun pondok sebagai tempat tinggal untuk sementara waktu guna menjaga dan bekerja kebun atau melaut.

Pada era kepemimpinan Bupati Yance Sunur dan Wakil Bupati Thomas Ola Langoday, jalan menuju kawasan ini mulai dibuka dan diaspal. Pada musim panas, terutama pada hari-hari libur, banyak wisatawan lokal berkunjung ke pantai yang indah ini.

Pantai berpasir putih ini membentang sepanjang kurang lebih 5 kilometer ini menawarkan sensasi tersendiri bagi para wisatawan. Di kawasan ini, pengunjung dapat melakukan aktivitas wisata seperti berjemur, snorkeling dan diving.

Maklum, pantai ini menawarkan keindahan alam bawah lautnya yang sangat mempesona. Terdapat keanekaragaman biota laut dan terumbu karang yang masih terpelihara dengan baik. Pada musim tertentu, arus dan gelombang laut di kawasan ini boleh dibilang cukup tinggi. Namun, tentu saja keadaan ini sangat cocok bagi mereka yang suka berselancar.

Pantai Bean

Pantai Bean terletak tak jauh dari Pantai Paheng Waq. Pantai Bean dan Paheng Waq hanya dipisahkan oleh sebuah tanjung yang oleh warga menyebutnya Waq Rian Puen yang terbentuk dari bebatuan cadas yang menjulang tinggi. Waq Rian Puen sendiri merupakan kawasan pertambangan barit di mana kawasan ini pernah ditambang oleh sebuah perusahaan pada era 1980-an.

Pantai Bean di kedang, Kecamatan Buyasuri yang layak dikunjungi wisatawan. (Foto : Kornelis Rahalaka/Floresgenuine)

Untuk mencapai Pantai Bean, para pengunjung dapat melalui tiga jalur perjalanan darat yakni melalui jalur jalan di Kampung Peumole, Desa Benihading II atau  di Kampung Waq Lupang dan di Kampung Waqkio di Desa Panama. Kondisi jalan di ketiga jalur ini relatif baik untuk dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Pantai Bean terdiri dari bentangan alam berpasir putih yang menawan. Memanjang sejauh sekitar 30 km yang melewati beberapa spot wisata pantai seperti Pantai Wowon, Pantai Natu hingga Ata Nila. Di sepanjang pantai ini, para pengunjung dapat menikmati panorama alam yang indah permai dan dapat melakukan berbagai aktivitas wisata seperti berjemur, snorkeling atau pun diving.

BACA JUGA:  Wisata “Seribu Air Terjun” Wae Lolos, Jadi Turis di Tanah Sendiri

Sebagaimana pantai-pantai di bagian pesisir selatan Lembata umumnya, kondisi perairan laut di kawasan ini relatif tenang namun keadaan laut dan sedikit bergelombang tinggi saat memasuki barat. Tentu saja kawasan laut ini sangat cocok untuk aktivitas berselancar.

Pemandangan alam Pantai Bean sangat memukau para pengujung, karena selain punya pantai berpasir putih kawasan ini juga terkenal sebagai salah satu lumbung pangan bagi masyarakat yang berdiam di lereng Gunung Uyelewun.

Rata-rata penduduk di kawasan ini bermatapencaharian sebagai petani lahan kering dan hanya sedikit lahan yang dapat ditanami padi sawah dan tanaman hortikultura. Sementara, sebagian penduduk lainnya berprofesi sebagai nelayan tradisional.

Di lokasi wisata ini, terdapat sejumlah bangunan pariwisata seperti pelabuhan jeti, tempat kuliner dan area rekreasi, namun kondisi bangunan tampak mubazir lantaran tak terawat lagi.

Pantai Mingar yang Menawan

Pantai Mingar di Kecamatan Nagawutung merupakan salah satu pantai terindah di Lembata. Untuk mencapai Pantai Mingar, para pengunjung atau wisatawan dapat menggunakan angkutan desa atau sepeda motor dari Kota Lewoleba, Ibu Kota Kabupaten Lembata.

Akses jalan menuju Pantai Mingar relative baik dengan waktu tempuh yang dibutuhkan hanya sekitar 40 menit perjalanan darat dengan sepeda motor atau mobil sewaan.

Bentangan alam pantai berpasir putih ini merupakan salah satu spot wisata terbaik yang cukup ramai dikunjungi oleh para wisatawan, terutama wisatawan lokal yang ingin menikmati keindahan alam Pantai Mingar.

Pemerintah Lembata  beberapa tahun lalu telah menetapkan pantai ini sebagai salah satu destinasi wisata alam dan budaya. Di tempat ini para pengunjung disuguhi berbagai atraksi seni budaya sambil menikmati keindahan alam berpasir putih nan indah ini.

Wisatawan lokal sedang menikmati masakan kuliner khas Mingar. (Foto : Kornelis Rahalaka/Floresgenuine)

Selain menikmati panorama alam yang indah, para pengunjung dapat menikmati beragam jenis kuliner lokal khas Mingar seperti ketupat, ikan bakar, siput danberbagai jenis buah-buahan. Selain menikmati kuliner lokal, pengunjung dapat melakukan aktivitas wisata seperti berjemur, snorkeling, diving atau berselancar karena perairan laut Pantai Mingar juga dikenal dengan gelombang lautnya yang cukup tinggi sehingga cocok untuk atraksi berselancar.

Tersedia area parkir bagi kendaraan para pengunjung dengan tarif parkir relative murah yakni hanya Rp.5000 untuk kendaraan roda empat (mobil). Di lokasi ini juga dibangun sebuah panggung hiburan untuk atraksi pentas seni budaya dan bangunan khusus untuk wisata kuliner. Setiap hari, ibu-ibu setempat siap melayani tamu yang datang. Beragam masakan khas Mingar siap dihidangkan untuk menyambut kedatangan para wisatawan.

BACA JUGA:  Menparekraf Undang Pebisnis Tiongkok Berinvestasi di Parapuar

Pantai Lolong atau Pata Pu

Pantai yang satu ini tak kalah indahnya. Pantai bebatuan cadas ini terletak hanya sekitar 5 kilometer arah selatan Pantai Mingar. Pantai Lolong atau warga setempat menyebutnya Pata Pu adalah pantai unik yang tak ditemukan di kawasan wisata lainnya.

Di pantai ini terdapat bebatuan cadas dengan landscap alam yang terkesan angker. Di tepi pantai ini terdapat sebuah terowongan bawah laut yang dalam, diapiti bebatuan cadas berwarna kehitaman akibat terpahan gelombang laut yang dasyat.

Para wisatawan yang berkunjung ke tempat ini akan disuguhi pemandangan alam pantai yang indah sekaligus menawarkan sensasi yang luar biasa. Terowongan bawah laut berdiameter sekitar 3 meter kekedalaman itu sungguh menantang andernalin setiap pengunjung yang datang. Betapa tidak, dentuman dasyat akan anda dengar dan rasakan saat anda tiba di tepian pantai ini.

Gemuruh ombak disertai dentuman keras yang keluar dari celah bebatuan akan memicu rasa takut jika anda seorang diri. Namun, dentuman keras itu serentak dapat menjadi ujian tersendiri bagi daya nyali yang juga menimbulkan sensasi bagi setiap pengunjung.

Itu sebabnya, para pengunjung biasanya datang secara berkelompok ke lokasi ini. Maklum, dentuman dasyat itu akan menimbulkan tiupan angin yang sangat dasyat dari balik bebatuan cadas membuat daun-daun pepohonan sekitar meliuk-liuk dan seakan terbang tertiup angin kencang.

Selain terdapat terowongan bawah laut, pengunjung juga dapat menikmati sensasi alam Pantai Pelangi Tawaowutung yang tak jauh dari situ. Di pantai ini ada sejumlah fasilitas wisata yang dibangun seperti restaurant dan rumah penginapan yang tampak mubazir akibat tak terawat.

Tak jauh dari sini, terdapat Pantai Wai Lei yang tak kalah pesona. Pantai berpasir putih ini terbentang luas sepanjang sekitar 3 kilometer. Kawasan pantai ini telah ditata baik sebagai salah satu spot wisata yang ramai dikunjungi.

Ada sejumlah sarana prasarana wisata dibangun di lokasi ini seperti area parkir, pos jaga dan area khusus untuk atraksi seni dan budaya. Setiap pengunjung yang dating akan disambut ramah oleh para pengelola wisata.

Setiap hari libur, banyak wisatawan berkunjung ke tempat ini untuk rekreasi, snorkeling atau berjemur. Para pengunjung yang ingin menikmati kuliner lokal atau atraksi seni dan budaya sebaiknya memesan terlebih dahulu agar pengelola wisata atau warga setempat menyediakannya sebelum anda berkunjung ke sana.  [Kornelis Rahalaka]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button