NUSANTARA

Tragedi Kapal Pengangkut Peziarah Semana Santa Kembali Terjadi

FLORESGENUINE.com– Sebuah kapal pengangkut para peziarah yang hendak mengikuti prosesi laut dalam rangkaian ritual semana santa kembali terjadi di Selat Gonzalu, Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim),Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Insiden ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya, peristiwa serupa pernah terjadi para perayaan prosesi Jumad Agung tanggal 18 April 2014.  Pada saat itu, sebanyak 7 orang dinyatakan meninggal dunia. Satu diantaranya adalah seorang biarawati, tiga orang berusia anak-anak dan tiga orang lainnya merupakan perempuan dewasa.

Sedangkan pada peristiwa yang terjadi pada Jumad ( 29/3/2024), kapal yang mengangkut puluhan orang itu dikabarkan tenggelam di perairan selat Gonzalu. Meskipun dalam tragedi ini, tidak menelan korban jiwa. Tragedi itu bermula saat ribuan umat Katolik tengah menggelar ziarah Semana Santa sebagai rangkaian upacara memperingati wafat dan kebangkitan Yesus Kristus.

BACA JUGA:  Pelantikan 135 PPPK: Ciptakan Budaya Kerja Cerdas, Efektif dan Efisien

Selain itu, satu unit kapal motor pengangkut peziarah lainnya juga dikabarkan mengalami nasib serupa meskipun kapal tanpa mesin itu dikabarkan hanya mengalami macet ketika tengah berlayar di tengah lautan.

Kepala Basarnas Maumere Supriyanto Ridwan menjelaskan, kecelakaan pertama terjadi pada pukul 11.20 Wita. Dia menyebutkan kapal tanpa mesin itu terbalik sesaat setelah dihantam ombak besar di perairan selat Gonzalu antara Larantuka – Pulau Adonara.

Kapal pengangkut para peziarah tenggelam di Selat Gonzalu, Larantuka. (Foto : Basarnas)

Dalam insiden ini 3 orang berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Sedangkan, insiden kedua terjadi pada Pkl. 12.30 Wita. Kapal yang mengangkut puluhan peziarah tersebut mengalami mati mesin di tengah laut.

Tim Basarnas mengerahkan KM SAR Puntadewa untuk proses evakuasi para korban. Para peziarah tercatat terdiri dari 33 perempuan, 18 laki-laki dan 16 anak-anak.

BACA JUGA:  Komunitas GGD Flotim Bantu Korban Erupsi Gunung Lewotobi

“Mereka semua dievakuasi dalam kondisi selamat,” ungkap Supriyanto dalam keterangan tertulisnya.

Kedua peristiwa ini terjadi ketika ribuan umat Katolik sedang menjalankan upacara prosesi Tuan Meninu yakni ritual mengantar patung bayi Yesus dari Kapela Tuan Meninu menuju Pantai Kuce Larantuka. [kis/fg]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button