PARIWISATA

Tourism Information Center, Layanan Informasi Pariwisata bagi Wisatawan

FLORESGENUINE.com– Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) pada Jumad (8/3/2024) menggelar peluncuran Tourism Information Center (TIC) di Labuan Bajo. TIC merupakan salah satu upaya BPOLBF untuk memberikan layanan terbaik bagi para wisatawan yang berkunjung ke daerah ini.

Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF Fransiskus Xaverius Teguh menjelaskan, tujuan TIC adalah untuk memberikan informasi tentang pariwisata bagi para wisatawan yang datang di Labuan Bajo dan hendak melakukan perjalanan wisatawa ke berbagai destinasi wisata yang ada di seluruh wilayah Labuan Bajo, Flores, Alor, Lembata dan Bima.

Informasi yang akan disampaikan meliputi banyak aspekantara lain tentang transportasi, akomodasi dan sarana prasarana pendukung lainnya. Para wisatawan dapat mengakses semua informasi  layanan pariwisata secara lebih cepat dan mudah. Informasi yang disajikan bersifat objektif dan yang up to date.

Menurut Frans, ruang TIC akan ditempatkan di kawasan Bandara Komodo dan dilakukan secara digital. Di mana di lokasi Bandara Komodo akan disediakan fasilitas barcode untuk memudahkan wisatawan mendapatkan informasi awal saat kedatangan mereka melalui Bandar Udara Komodo. Demikian pula di Pelabuhan Labuan Bajo akan disediakan pula TIC namun masih bersifat offline demi memudahkan para wisatawan mendapatkan infomasi.

BACA JUGA:  Jumlah Kunjungan Wisatawan di Labuan Bajo Meningkat Menjelang Idul Fitri 1445 H

Pada bagian lain, Frans juga menginformasikan bahwa ke depan, setiap wisatawan yang datang akan dilengkapi dengan teknologi GPS berupa gelang. Gelang tersebut yang akan dipakai oleh para wisatawan khususnya para wisatawan yang hendak menikmati wisata bahari di perairan Labuan Bajo.

Tujuan gelang GPS adalah untuk memudahkan control dan pengawasan terhadap setiap wisatawan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, rencana itu masih sebatas ide atau gagasan.

Menurut dia, pemakaian gelang GPS sesungguhnya baik untuk memberikan rasa nyaman dan memberikan keamanan maksimal bagi para wisatawan. Dengan gelang GPS maka setiap peristiwa atau kejadian dapat dideteksi lebih awal atau diketahui lebih dini. Gelang GPS itu sendiri sudah diterapkan di negara-negara maju.

BACA JUGA:  Berpetualang ke Kampung Nelayan Papagarang, Menikmati Suasana Pantai yang Indah

Meski demikian, sebut Frans, ide tersebut jika ingin diterapkan maka harus dibahas terlebih dahulu bersama semua pihak karena hal ini terkait dengan tata kelola termasuk reputasi pariwisata di kawasan ini.

Gagasan penakaian gelang GPS mendapat tanggapan dari Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Hendrikus Rani Siga. Menurut Siga, gagasan pengenaan gelang pada wisatawan itu baik namun perlu dibicarakan secara matang karena hal ini menyangkut tata kelola pariwisata di wilayah ini.

“Ide ini sangat baik. Meski demikian, perlu dibahas lagi, sebab ada hitung-hitungannya, bukan murah meriah,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Setda) Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo menyatakan dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang berbagai stakeholder untuk membahas beberapa isu terkait dengan pengelolaan pariwisata.

BACA JUGA:  Pelantikan 135 PPPK: Ciptakan Budaya Kerja Cerdas, Efektif dan Efisien

Ia juga mengapresiasi BPOLBF atas kerjasama kemitraan yang telah berjalan selama ini. Dia berharap keberadaan TIC, baik secara online maupun offline dapat membantu para wisatawan untuk mendapatkan informasi penting dan yang berguna bagi para wisatawan dalam menjalankan aktivitas kepariwisataan di wilayah ini. *[kis/fg]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button