PARIWISATA

Pegiat Pariwisata Labuan Bajo, Ita Evalin Berharap Kunjungan Wisatawan India ke Labuan Bajo Meningkat

Pertemuan Ita Evalin bersama Konsulat Jenderal India bahas tentang sektor pariwisata dan juga turis India yang berkunjung ke Labuan Bajo

FLORESGENUINE.com – Salah seorang pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Ita Evalin merasa senang atas kunjungan Konsulat Jenderal (Konjen) India, Shashank Vikram di Labuan Bajo pada Kamis, 20 Juni 2024 siang.

Kehadiran Konjen India di Labuan Bajo dalam rangka membicarakan tentang lingkup kepariwisataan antara Labuan Bajo (Indonesia) dan India serta beberapa komplain dari para travel agen di Labuan Bajo terhadap turis India yang melakukan kunjungan wisata di kota super premium itu.

“Jadi kami tadi hadir sebagai pelaku pariwisata, senang tentunya. Karena kita lihat perkembangan turis India sekarang itu kan  sudah mulai meningkat, terutama di Bali,” ujar Ita Evalin kepada media di Labuan Bajo.

Di Bali itu sekarang, menurut Ita, jumlah wisatawan India nya itu sudah menduduki urutan kedua. Kita berupaya, supaya siapa tahu kedepannya mereka (wisatawan India) sudah bisa lebih enjoy dan nyaman di Labuan Bajo.

“Senang nya tadi kita ketemu beliau (Shashank Vikram). Kita bisa menyampaikan sedikit nya gambaran tentang pariwisata di sini,” ujar Ita yang juga Manager Komodo Escape Prawara.

Lebih lanjut ia katakan, karena apa?, perkembangan sebelumnya memang ada beberapa wisatawan India disini (Labuan Bajo), tetapi banyak teman-teman (travel agen Labuan Bajo) yang katanya banyak komplain nya (wisatawan India). Ada banyak ininya (komplain).

“Dan itu tadi, saya sudah sampaikan. Bahwa, kemungkinan itu karena kita mungkin belum kenal juga karakter wisatawan India itu seperti apa. Mereka (wisatawan India) belum juga tahu baik tipe wisatanya kita itu seperti apa. Jadi ini adalah dua hal yang belum match (cocok).

BACA JUGA:  KemenPPN Evaluasi Pembangunan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo

Jadi mungkin karena hal itu, lanjut ia jelaskan, ada beberapa komplain. Tapi puji Tuhan, (pertemuan) tadi kita sudah sampaikan semua. Beliau (Shashank Vikram) juga menyampaikan, dan tadi kita sepakat akan ada satu hari dimana akan ada zoom meeting travel agen India dengan travel agen kita di Labuan Bajo.

“Nah, ini mungkin satu langkah bagus,  satu langkah baik. Tadi juga kami minta untuk zoom meeting. Kalau tidak, malah lebih bagus kalau travel agen India itu bisa langsung datang kesini. Jadi disitu kita akan bisa lebih mengenal lagi karakter wisata yang seperti apa, termasuk karakter tamunya,” ujar Ita.

Menurut Ita, ini merupakan pertemuan awal yang bagus, awal yang luar biasa. Berharap kita kedepannya setelah nanti ini (pertemuan). Beliau (Shashank Vikram) akan ada waktu untuk melakukan zoom meeting. Setelah zoom meeting kita bisa hadirkan banyak tamu India untuk Labuan Bajo.

“Jadi tidak hanya di Bali. Bali sekarang urutan dua jumlah wisatawan India. Jadi harus nya itu kita bisa tarik lagi nih ke Labuan Bajo. Wisatawan India ke Bali itu urutan kedua. Kita berharap kedepannya setelah pertemuan ini ada sisi baiknya, setelah kita bisa matching (cocok) semuanya. Mereka akan bisa lebih nyaman di sini. Jadi udah gak ada lagi teman-teman (travel agen Labuan Bajo) bilang ada komplain dan lain-lain,” ujarnya.

BACA JUGA:  Peringkat Pariwisata Indonesia Melesat Tinggi, Urutan ke-22 dari 119 Negara

Dikatakan Ita, wisatawan nya sendiri juga sebenarnya juga komplain. Bukan komplain tapi mereka (wisatawan) lebih kepada masukan, bahwa yang begini, kami (wisatawan) gak suka. Jadi, kalau nanti ada pertemuan atau meeting antara travel agen, itu lebih bagus. Jadi kita bisa matching (cocok)-in semua.

“Jadi tidak ada lagi komplain,” tegas Ita kepada media di Labuan Bajo.

Terkait komplain yang dilakukan oleh travel agen Labuan Bajo maupun wisatawan India, menurut Ita, karena mungkin soal makanan barang kali, atau soal apa pun hal-ha lain.

“Kalau ini menurut saya kemungkinan karena memang kita satu sama lain belum saling mengenal, kita tahu India inikan baru masukkan ke Labuan Bajo,” jelas Ita.

Kalau seperti wisatawan dari China, tambahnya, wisatawan Korea, tamu-tamu lain, kan kita sudah sering. Jadi sudah kita tahu karakter mereka (wisatawan) seperti apa. India inikan baru, jadi kita mungkin belum saling kenal satu sama lain.

“Tapi dari yang beliau (Shashank Vikram) sampaikan tadi, bahwa sebenarnya memang banyak turis India juga yang menyampaikan, bahwa mereka (wisatawan India) itu sukanya seperti ini dan itu,” kata Ita berdasarkan hasil pertemuan dengan Konjen India.

Ia memberikan contoh, misalnya kita di Labuan Bajo mungkin apa yang mereka butuhkan belum ada disini atau belum bisa maksimal kita terkait pelayanan kebutuhan terhadap wisatawan dari India.

Ita juga berpesan kepada seluruh travel agen Labuan Bajo, agar semua bisa terbuka kepada setiap turis yang berkunjung di Labuan Bajo. Tidak peduli dia (turis) dari negara mana. Selama dia datang untuk berwisata disini, harus nya kita welcome dan menerima.

BACA JUGA:  Rekomendasi Rakornas Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas

“Kalau pun ada misalnya komplain kecil-kecil, itu kita jangan langsung mengjustifikasi. Ini gak bagus tamu ini. Ini gak bagus tamunya, tetapi ayo kita belajar me-review (lihat) kembali kira-kira penyebab nya apa sih mereka komplain. Kira-kira apa?. Jadi kalau saya pribadi, kemungkinan kita harus lebih banyak mengenal  dulu karakternya, mengenal dulu tipe wisata nya seperti apa dari setiap negara, gak harus India. Dari negara mana pun yang baru-baru mau akan ke Labuan Bajo terutama,” pesannya.

“Yang pertama kita welcome. Yang kedua, pada saat kita melakukan deal-deal, kalau bisa itu jelas dan benar-benar detail di depan, gak ada lagi (tempat) wisata-wisata ini. Kepada travel agen itu tanyakan detail, mereka itu seperti apa, seperti apa (keinginan nya). Itu yang paling ini buat kita,” jelas Ita.

Menurut dia, semua orang yang datang kesini itu memberikan kita sesuatu yang baik. Membawa cuan (uang) buat kita dan daerah ini, itukan judul nya cuan (uang). Jadi jangan langsung menjustifikasi, misalnya dari negara ini gak bagus, dari negara ini gak bagus.

“Bagaimana kita menyikapi, bagaimana kita ini itu. Kembali kepada kita, bagaimana cara kerja kita berkomunikasi dari awal sampai dengan deal-deal itu yang paling penting,” tutup Ita. (ah/fg)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button