NUSANTARA

Nusa Tenggara Timur, Provinsi Paling Miskin di Indonesia

FLORESGENUINE.com- Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dikategorikan sebagai provinsi paling miskin dari daftar 10 provinsi termiskin di Indonesia tahun 2022. Dikutip dari Jurnaltelegraf disebutkan, Provinsi NTT termasuk provinsi termiskin berdasarkan pendapatan per kapita masyarakat tahun 2022.

Di mana pendapatan per kapita masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tahun 2022 hanya sebesar Rp 21,7 juta. Ini terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023. Sedangkan provinsi terkaya di Indonesia yaitu Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dengan rata rata pendapatan per kapita mencapai Rp238,7 juta pada tahun 2022.

Pendapatan per kapita sendiri adalah pendapatan rata-rata penduduk yang didapat dari hasil bagi antara pendapatan domestik regional bruto wilayah dibagi dengan jumlah penduduk di wilayah tersebut.

BACA JUGA:  Setiap Tahun Kawasan Hutan di NTT Terus Berkurang

Di mana, semakin tinggi pendapatan per kapita, maka wilayah tersebut makin makmur. Sementara itu, pendapatan per kapita menurut harga berlaku digunakan untuk mengetahui kemampuan sumber daya ekonomi, pergeseran ekonomi dan struktur ekonomi suatu daerah.  Berikut daftar 10 provinsi termiskin di Indonesia:

  1. Provinsi Nusa Tenggara Timur – pendapatan per kapita : Rp 21,7 juta – Pendapatan rata rata per bulan : Rp 1.808.333 – Jumlah penduduk : 5.446.285 jiwa (BPS 2022).
  2. Provinsi Maluku – pendapatan per kapita : Rp 28,5 juta  – pendapatan rata-rata per bulan : Rp 2.375.000 – Jumlah penduduk : 1.881.727 jiwa (BPS 2022).
  3. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)- pendapatan per kapita : Rp 28,7 juta – pendapatan rata rata per bulan : Rp 2.392.000 – Jumlah penduduk : 5.473.970 jiwa (BPS 2022).
  4. Provinsi Sulawesi Barat – pendapatan per kapita : Rp 37,1 juta – pendapatan rata-rata per bulan : Rp 3.092.000. – Jumlah penduduk : 1.026.627 jiwa (BPS 2022).
  5. Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam – pendapatan per kapita : Rp 39,2 juta – pendapatan rata-rata per bulan : Rp 3.266.700 – Jumlah penduduk : 5 407 855 jiwa (BPS 2022).
  6. Provinsi Gorontalo – pendapatan per kapita : Rp 39,9 juta – pendapatan rata-rata per bulan : Rp 3.325.000 – Jumlah penduduk : 1.192.737 jiwa (BPS 2022).
  7. Provinsi Jawa Tengah – pendapatan per kapita : Rp 42,1 juta – Pendapatan rata-rata per bulan : Rp 3.508.000 – Jumlah penduduk : 37.032.410 jiwa (BPS 2022).
  8. Provinsi Bengkulu – pendapatan per kapita : Rp 43,7 juta  – pendapatan rata-rata per bulan : Rp 3.642.000 – Jumlah penduduk : 2.060.092 jiwa (BPS 2022).
  9. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta – pendapatan per kapita : Rp 44 juta – pendapatan rata-rata per bulan : Rp 3.667.000  – Jumlah penduduk : 4.021.816 jiwa (BPS 2022).
  10. Provinsi Lampung – pendapatan per kapita : Rp 45,1 juta – pendapatan rata-rata per bulan : Rp 3.758.000 – Jumlah penduduk : 9.176.546 jiwa (BPS 2022). *[kis/fg]
BACA JUGA:  Ketua Partai PKN NTT Frans Sukmaniara Ajak Kaum Muda Berpolitik

 

 

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button