NUSANTARA

Mengenal Modus Pelaku Menjerat Korban Perdagangan Orang

FLORESGENUINE.com- Ada banyak modus digunakan oleh pelaku guna menjerat korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Salah satu modus yang biasa dilakukan yaitu penyalahgunaan dokumen perjalanan seperti visa atau paspor. Itu sebabnya praktik TPPO di NTT cukup tinggi.

Kasat Reskrim Polres Lembata, AKP I Wayan Pasek menjelaskan ini saat tampil sebagai pembicara dalam kegiatan peningkatan kapasitas aparatur dalam perlindungan pekerja migran Indonesia yang berlangsung di Kuma Resort, Lewoleba, Rabu, (3/7/2024).

Wayan Pasek selain memanipulasi dokumen administrasi perjalanan, modus lain yang kerap dolakukan oleh pelaku yaitu penipuan terkait lowongan pekerjaan, memanfaatkan jalur-jalur tikus di wilayah perbatasan, kegiatan magang palsu atau eksploitasi seksual guna menjerat korban TPPO.

BACA JUGA:  Menkopolhukam Janji Berantas Judi Online dari Hulu ke Hilir

Pada bagian lain, Wayan Pasek juga mengungkapkan bahwa berdasarkan instruksi presiden, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah membentuk Satgas TPPO dengan memberdayakan semua sumber daya yang dimiliki oleh institusi kepolisian.

Untuk Posko Satgas TPPO Polres Lembata ada pada Satuan Reskrim. Satgas TPPO ini tengah melakukan berbagai aktivitas untuk mencegah TPPO.

“ Saat ini Satgas TPPO telah bekerja dan telah berhasil mencegah beberapa pekerja migran ilegal asal Lembata yang berangkat menggunakan kapal Pelni di Pelabuhan Laut Lewoleba,” ujar Wayan.

Dia menyebutkan, pada tahun lalu pihaknya berhasil menggagalkan sejumlah PMI asal Kabupaten TTS di pelabuhan yang menggunakan kapal Bukit Siguntang. Para korban telah dikembalikan ke Kupang, sedangkan untuk penanganan kasusnya dilimpahkan ke Polda NTT.

BACA JUGA:  Hari Anti Korupsi Sedunia, Galang Kekuatan Hadapi Korupsi yang Merajalela

Kasat Wayan berharap, adanya komunikasi dan koordinasi antara pihak kepolisian dan para kepala desa serta masyarakat. Sementara itu, kegiatan ini digelar oleh Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) Republik Indonesia. Kegiatan ini dihadiri oleh para kepala desa dan camat se- Kabupaten Lembata. [kia/fg]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button